<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>winawang &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://winawang.com/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://winawang.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 May 2010 06:44:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pimpinan Harvard</title>
		<link>http://winawang.com/2008/07/15/pimpinan-harvard/</link>
		<comments>http://winawang.com/2008/07/15/pimpinan-harvard/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 03:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winawang</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[gedung]]></category>
		<category><![CDATA[harvard]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[univeristas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.winawang.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sumber : unknown (kiriman email dari bos, mungkin temen-temen sudah pernah membaca artikel ini, dan ternyata setelah mencari di google, banyak sekali lho  )</p>
<p>Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di  Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard  University .</p>
<p>Sesampainya disana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Sumber : unknown (kiriman email dari bos</strong></em><em><strong>, mungkin temen-temen sudah pernah membaca artikel ini, dan ternyata setelah mencari di google, banyak sekali lho <img src='http://winawang.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</strong></em></p>
<p>Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di  Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard  University .</p>
<p>Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.<span id="more-45"></span></p>
<p>&#8220;Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard&#8221;, kata sang pria lembut. &#8220;Beliau hari ini sibuk,&#8221; sahut sang Sekretaris cepat. &#8220;Kami akan menunggu,&#8221; jawab sang Wanita.</p>
<p>Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya<br />
memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.</p>
<p>&#8220;Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,&#8221; katanya pada sang Pimpinan Harvard.</p>
<p>Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.</p>
<p>Sang wanita berkata padanya, &#8220;Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkah?&#8221; tanyanya,<br />
dengan mata yang menjeritkan harap.</p>
<p>Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. &#8220;Nyonya,&#8221; katanya dengan kasar, &#8220;Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, bukan,&#8221; Sang wanita menjelaskan dengan cepat,  &#8220;Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.&#8221;</p>
<p>Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, &#8220;Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.&#8221;</p>
<p>Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.</p>
<p>Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, &#8220;Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?&#8221; Suaminya mengangguk.</p>
<p>Wajah sang Pemimpin Harvard  menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard.</p>
<p>Universitas tersebut  adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.<br />
<em> * Menilai sesuatu memang kadang tidak bisa dengan melihat bungkusnya&#8230; </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winawang.com/2008/07/15/pimpinan-harvard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita adalah apa yang kita cari</title>
		<link>http://winawang.com/2008/06/01/kita-adalah-apa-yang-kita-cari/</link>
		<comments>http://winawang.com/2008/06/01/kita-adalah-apa-yang-kita-cari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 08:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winawang</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[mahabaratha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.winawang.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[<p>Diambil dari : 8 etos kerja profesional</p>
<p>Diceritakan tentang Yudhistira dan Duryudana, saudara seperguruan yang kemudian saling berseteru dalam epik Mahabaratha, suatu hari sang guru menyuruh mereka turun gunung dan pergi ke sebuah desa.</p>
<p>Tugas mereka sama yaitu menemui penduduk desa sebanyak mungkin kemudian melaporkan kesan mereka tentang masyarakat.</p>
<p>Sore hari mereka menghadap sang guru.</p>
<p>Yudhistira berkata, &#8220;Semua orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diambil dari : 8 etos kerja profesional</p>
<p>Diceritakan tentang Yudhistira dan Duryudana, saudara seperguruan yang kemudian saling berseteru dalam epik Mahabaratha, suatu hari sang guru menyuruh mereka turun gunung dan pergi ke sebuah desa.</p>
<p>Tugas mereka sama yaitu menemui penduduk desa sebanyak mungkin kemudian melaporkan kesan mereka tentang masyarakat.</p>
<p>Sore hari mereka menghadap sang guru.</p>
<p>Yudhistira berkata, &#8220;Semua orang yang aku temui memiliki sedikitnya satu kebaikan yang tidak aku miliki. Jadi aku merasa akulah orang terburuk di dunia.&#8221;</p>
<p>Sedangkan Duryudana lain lagi, &#8220;Semua orang yang aku temui memiliki sedikitnya satu keburukan yang tidak aku miliki. Jadi aku merasa akulah orang terbaik di dunia.&#8221;</p>
<p>*Carilah sesuatu yang baik, dengan baik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winawang.com/2008/06/01/kita-adalah-apa-yang-kita-cari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Value</title>
		<link>http://winawang.com/2008/05/21/value/</link>
		<comments>http://winawang.com/2008/05/21/value/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 09:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winawang</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.winawang.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[<p>Diambil dari : unknown</p>
<p>Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba hari, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tiga tempat yang berbeda untuk pendistribusian.</p>
<p>Pemberhentian pertama  adalah  supermaket  lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diambil dari : unknown</p>
<p>Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba hari, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tiga tempat yang berbeda untuk pendistribusian.</p>
<p>Pemberhentian pertama  adalah  supermaket  lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.</p>
<p>Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar.  Di sana ,  kaleng  kedua  itu diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga  Rp. 7.500.</p>
<p>Pemberhentian terakhir  adalah  hotel  bintang 5 yang sangat mewah.  Kaleng  coca cola  ketiga diturunkan di sana . Kaleng  ini  tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika keluarkan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas &amp; dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.</p>
<p>Sekarang, pertanyaannya adalah :<br />
Mengapa  ketiga  kaleng  coca cola tersebut  memiliki  harga yang berbeda padahal  diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan  bahkan  mereka memiliki rasa yang<br />
sama ?</p>
<p>Lingkungan kita mencerminkan harganya kita. Lingkungan itu konon  berbicara tentang RELATIONSHIP.</p>
<p>Apabila kita berada  dilingkungan  yang bisa  mengeluarkan  terbaik  dari  diri  kita,  maka  kita akan menjadi cemerlang.<br />
Tapi bila kita berada  dilingkungan  yang meng-kerdil-kan diri kita, maka kitapun berpotensi / dapat pula menjadi kerdil.</p>
<p>(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama)  + lingkungan yang berbeda   = NILAI YANG BERBEDA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winawang.com/2008/05/21/value/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
